Jumat, 10 Januari 2020

Sering Terkena Paparan Sinar Matahari? Waspadai 2 Faktor Penyebab dari Kanker Kulit


Sinar matahari merupakan kebutuhan bagi banyak manusia dan sebagian besar manusia setiap harinya terpapar sinar matahari, baik itu karena pekerjaannya berada di lapangan atau pada saat berada di perjalanan. Namun, ternyata sinar matahari menjadi salah satu penyebab umum terjadinya kanker kulit.

Dilansir dari laman HelloSehat.com, kanker kulit adalah sebuah kondisi kelainan sel DNA yang tidak normal di kulit manusia dan secara umum akan menyerang sel sehat dengan ganas. Kelainan ini menyebabkan sel tumbuh dengan abnormal dan membentuk massa sel kanker. Lalu, apa saja faktor penyebab terjadinya kanker kulit?

Sering Terkena Paparan Sinar Matahari? Waspadai 2 Faktor Penyebab dari Kanker Kulit

Menurut laman Alodokter.com, faktor yang dapat menjadi penyebab kanker kulit dibedakan menjadi dua bagian, yaitu faktor internal dan eksternal.

Faktor Internal
       Riwayat keluarga
Seseorang yang pernah menderita penyakit kanker kulit berisiko tinggi untuk terkena kanker kulit kembali. Risiko kanker kulit juga bisa meningkat ketika memiliki anggota keluarga dengan riwayat kanker kulit.

       Tahi lalat
Seseorang yang memiliki tahi lalat dalam jumlah yang banyak atau tahi lalat yang berukuran besar lebih berisiko terkena kanker kulit. Hal ini karena salah satu jenis kanker kulit, yaitu kanker kulit melanoma adalah jenis kanker kulit yang disebabkan oleh tahi lalat yang tidak normal.

       Solar keratosis
Paparan sinar matahari bisa menyebabkan pembentukan bercak kasar dan bersisik dengan warna yang bervariasi di wajah atau tangan yang dinamakan sebagai solar solar keratosis. Solar keratosis adalah kondisi prankanker dan sangat berpotensi berubah menjadi sel kanker.

       Kulit putih
Banyak orang terutama wanita ingin memiliki kulit tubuh yang putih, tetapi ternyata orang yang berkulit putih memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker kulit. Meskipun kanker kulit bisa menyerang siapa saja, tidak melihat warna kulitnya. Namun, orang yang berkulit putih memiliki melanin dengan jumlah yang lebih sedikit, sehingga perlindungan tubuh terhadap sinar ultraviolet lebih lemah.

Faktor Eksternal
       Terpapar radiasi
Untuk seseorang yang memiliki riwayat pengobatan dengan sinar radiasi memiliki risiko lebih tinggi. Penggunaan sinar X dengan waktu yang cukup lama akan menyebabkan keadaan seperti sindrom nevus sel basal atau xeroderma pigmentosum. Kedua kondisi tersebut sangat berisiko menyebabkan penyakit kanker kulit.

       Paparan sinar matahari langsung
UVA dan UVB yang terkandung dalam sinar matahari dapat merusak DNA di dalam sel kulit. Sinar matahari akan mulai memengaruhi DNA gen yang mengontrol pertumbuhan sel kulit, maka saat kulit terlalu sering dan terlalu lama terkena paparan sinar matahari akan meningkatkan risiko terkena kanker kulit.

       Menggelapkan kulit dengan alat UV
Menggelapkan kulit atau biasa yang disebut dengan tanning merupakan salah satu penyebab kanker kulit yang sering terjadi. Proses tanning menggunakan lampu UV untuk membuat kulit lebih gelap, sehingga tanning dipercaya sebagai penyebab dari kanker kulit karena sudah diketahui jika terkena paparan sinar UV secara langsung dan terus menerus dapat menyebabkan kulit mengalami penuaan dini.

       Infeksi bahan-bahan kimia
Kulit yang terluka karena luka bakar, borok, ataupun luka baru, lalu terkena bahan-bahan kimia atau sinar UV bisa meningkatkan risiko terkena kanker kulit. Bahan kimia yang dapat menyebabkan kulit terkena kanker antara lain petroleum dan zat arsenik. Walaupun tidak terlalu berisiko tinggi, tetap saja hal tersebut dapat menyebabkan kerusakan sel kulit.

Beberapa faktor di atas merupakan penyebab umum terjadinya kanker kulit yang berada di kehidupan sehari-hari, maka berusahalah untuk menghindarinya.